jOm La jOiN

Thursday, July 14, 2011

SUBHANALLAH...!

Professor Tagata Tagasone, Ketua Jabatan Anatomi dan
Embriologi di Universiti of Shiang Mai di Thailand telah mengucap dua kalimah syahadah semasa PersidanganPerubatan Saudi Ke 8 di Riyadh.

Dia telah mendapat hidayah apabila diketahui hasilkajian para saintis yang pakar dalam bidang kulit(dermatologi) telah lama diterangkan di dalam Al Quran lebih 1400 tahun yang lalu. Professor Tagasone begitu yakin adalah mustahil ayat Al Quran yang menceritakansecara terperinci mengenai sifat kulit manusia datangnya daripada seorang manusia bernama Muhammad saw

Lalu diberitahu kepada Professor Tagasone bahawaayat Al Quran itu adalah ayat-ayat Allah swt yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sawApakah hasil kajian tersebut sehinggakan seorangsaintis dermatologi yang hebat terasa begitu bodoh kerana kajiannya yang dianggap canggih telah terdapat dalam Al Quran

Kajian saintis membuktikan bahawa rasa sakit apabila dibakar badan manusia ini adalah pada sel-sel yang terdapat pada kulit manusia. Apabila kulit manusia ini terbakar maka sel-sel yang memberi rasa sakit ini akan musnah. Maka manusia tidak akan merasa sakit lagi apabila sel-sel ini terbakar (tetapi manusia akan mati selepas itu).Jadi kalau diakhirat nanti apabila manusia dibakardalam api neraka adakah mereka tidak akan merasa sakit, hanya sakit apabila dibakar kali pertama ?

Jawapannya ialah ayat Al Quran surah ke 4 , ayat ke 56 yang lebih kurang bermaksud :

"Mereka yang menolak ayat-ayat Kami. Kami akan campakkan mereka dalam api; berkali-kali sehingga kulit mereka terbakar hangus.


 
KAMI AKAN GANTI KULIT
MEREKA DENGAN KULIT YANG BARU SUPAYA MEREKA MERASAKANAZAB ;

 
sesungguhnya Allah Maha Berkuasa, Maha Bijaksana". Maka beruntunglah Professor Tagasone yang telah memeluk agama Islam dalam keadaan suci , bersih. Sesiapa yang tidak hendak menerima Islam dan mengamalkan segala apa yang terkandung di dalam AlQuran , maka Allah akan pilih orang lain untuk menerima hidayahNya. Na'uzubillah.... 

SUBHANALLAH...!

sekian
tepuk dada tanya iman

Tuesday, July 5, 2011

Makhluk Dengan Iman Yang Paling Mempesona

Salam 'Alaik...


Bismillahir-Rahmanir-Rahim ...
Dini hari di Madinah Al Munawwarah.
Kusaksikan para sahabat berkumpul di masjidmu. Angin gurun membekukan kulitku. Gigiku gemertak. Kakiku tergoncang....
Tiba-tiba pintu hujrahmu terbuka. Engkau datang, ya Rasul Allah. Kupandang dikau...

Assalamu'alaika ya Nabi wa rahmatullah ...
Assalamu'alaika ya Nabi wa rahmatullah ....

Kudengar salam bersahut-sahutan. Engkau tersenyum, ya Rasul Allah, wajahmu bersinar. Angin gurun berubah hangat.
Cahayamu menyusup seluruh daging dan darahku.




Dini hari Madinah berubah siang yang cerah. Kudengar engkau berkata, "Adakah air pada kalian?". Kutengok cepat gharibah-ku. Para sahabat sibuk memperlihatkan kantong kosong.

Tidak ada setetespun air, ya Rasul Allah. Kusesali diriku.

Mengapa tak kucari air sebelum tiba di masjidmu. Duhai bahagianya jika kubasahi wajah dan tanganmu dengan percikan-percikan air dari gharibah-ku. Tapi ratusan sahabat berdesakan mendekatimu.

Kau mengambil gharibah kosong. Kau celupkan jari-jarimu.

Subhanallah, kulihat air mengalir dari celah-celah jarimu. Kami berdecak, berebut wudhu dari pancaran sucimu. Betapa sejuk air itu ya Rasul Allah. Betapa harum air itu, ya Habib Allah. Kulihat Ibnu Mas'ud meneguk air itu sepuas-puasnya.


Qod qomatis solah Qod qomatis solah.

Duhai bahagianya solat di belakangmu. Ayat-ayat suci mengalir di belakangmu. Melimpah memasuki jantung dan pembuluh darahku.

Usai solat kau pandangi kami. Masih dengan senyum sejuk itu. Cahayamu, ya Rasul Allah, tak mungkin kulupakan. Ingin kubenamkan setitis diriku dalam samudera dirimu. Ingin kujatuhkan sebutir debuku dalam sahara tak terhinggamu.

Kudengar kau berkata lirih,
"Ayyuhal halqi a'jabu ilaikum imanan?"
("Siapa makhluk yang imannya paling mempesona?")

"Malaikat ya Rasul Allah," "Bagaimana mereka tidak beriman?
Bukankah mereka berada di samping Allah?"

"Para Nabi, ya Rasul Allah?" "Bagaimana Nabi tidak beriman?
Bukankah kepada mereka turun wahyu Allah?"

"Kami, para sahabatmu," "Bagaimana kalian tidak beriman?
Bukankah aku berada di tengah-tengah kalian? Telah kalian saksikan apa yang kalian saksikan,"


"Kalau begitu, siapa mereka ya Rasul Allah?"

Langit Madinah bening....
Bumi Madinah hening....
Kami termangu....

Siapakah gerangan yang imannya paling mempesona?

Kutahan nafasku, kuhentikan detak jantungku. Kudengar sabdamu,
"Yang paling menakjubkan imannya, mereka yang datang sesudahku, beriman kepadaku, padahal tidak pernah berjumpa dan melihatku. Yang mempesona imannya, mereka yang tiba setelah aku tiada, yang membenarkanku tanpa pernah melihatku,"

"Bukankah kami ini saudaramu juga, ya Rasul Allah?"
"Kalian sahabat-sahabatku. Saudaraku adalah mereka yang tidak pernah berjumpa denganku. Mereka beriman kepada yang ghaib, menginfakkan sebagian rezeki yang diberikan kepada mereka,"


Kami terpaku.
Langit Madinah bening.
Bumi Madinah hening.

Kudengar lagi engkau berkata, "Alangkah rindunya daku kepada mereka. Alangkah bahagianya aku memenuhi mereka,"Suaramu parau, butir-butir air matamu tergenang.
Kau rindukan mereka, ya Rasul Allah.
Kau dambakan pertemuan dengan mereka, ya Nabi Allah...
Kau dambakan mereka, ya Habiballah....

Wahai Rasulullah, kau ingin bertemu dengan mereka yang tak pernah dijumpaimu, mereka yang bibirnya selalu bergetar menggumamkan salawat untukmu. Kau ingin datang memeluk mereka, memuaskan kerinduanmu. Kau akan datang kepada mereka yang mengunjungimu dengan salawat.

Masih kuingat sabdamu, "Barangsiapa yang datang kepadaku, aku akan memberinya syafaat di hari kiamat."

Yâ wajîhan 'indallâh, isyfa'lanâ 'indallâh.
Wahai yang mulia di sisi Allah, berikanlah syafaat kepada kami di sisi Allah...

(Hadits pada tafsir Ad Durr Mantsur, berkenaan dengan Q.S. Al Baqarah:03)


Assalamu'alaika ayyuhan Nabi wa rahmatullahi wa barakatuh...

****Sebuah catatan untuk hati yang sering "lupa" tentang....
Betapa beruntungnya diri kita ini sebenarnya ... Ya kita lah para sahabat tercinta yang dimaksudkan oleh Baginda Rasul Saw tercinta ... Kita yg beriman kepada risalah yg disampaikan Baginda Saw walau kita dipisahkan oleh waktu beribu tahun dengan Baginda.. Kita yg tiada pernah berjumpa wajah dengannya. Namun beriman dengan yakin seyakin2-Nya atas agama yg kita cintai ini ... Keimanan kita begitu mempesona Baginda Saw ..

Mari kita buat Bangga Baginda Rasulullah Saw .. Dengan selalu istiqamah di jalan Allah .. insya Allah ... Masya Allah .. Barakallah ...

Allahuma Shali Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad ...


Insya Allah bermanfaat dan penuh keberkatan dari Allah ...


Salam Terkasih ...
Dari Seorang Sahabat untuk Sahabat ...


sekian
tepuk dada tanya iman

Saturday, June 25, 2011

BerBaur...

Salam 'alaik...

perasaan bercampur-campur
tak tahu macam mana nak gambarkan
30hb tinggal beberapa hari je lagi
kadang-kadang nak waktu berjalan lambat
kadang-kadang nak waktu seakan berlari
tapi semua kehendak-Nya...
kita hanya mampu berharap...

keputusan yang menjerut diri sendiri...(!_!)

sekian
tepuk dada tanya iman

Monday, May 23, 2011

Ini amanah...

Salam 'alaik....

maaf blog, terpaksa abaikan kamu sekejap
demi amanah yang baru dipikul


kerana saya mahu mendapat
laporan macam ni...


insyaAllah...

p/s : ngah pening memikirkan silibus yang belum habis
       sedangkan exam murid2 ni lepas cuti sekolah...
       

sekian,
tepuk dada tanya iman..

Monday, April 18, 2011

Restui Perjuanganku...

Salam

Mohon doa semua....(_ _)


sekian 
tepuk dada tanya iman

Friday, April 8, 2011

Salam Perjuangan

Selamat Berjuang Sahabat




Malam siang berlalu
Gerhana kesayuan 
Tiada berkesudahan

Detik masa berlalu
Tiada berhenti
Oh syahdunya

Sejenak ku terkenang
Hakikat perjuangan
Penuh onak dan cabalan

Bersama teman - teman 
Arungi kehidupan
Oh indahnya o ooo

Berat rasanya
Didalam jiwa
Untuk melangkah 
meninggalkan semua

Kasih dan cinta
Yang terbina
Diakan selamanya
O ooo 

Slamat berjuang sahabatku
Semoga Alloh berkatimu
Kenangan indah bersamamu
Takkan kubiar dia berlalu
Berjuanglah hingga ke akhirnya
Dan ingatlah semua ikrar kita

Hati ini sayu mengenangkan
Sengsara di dalam perjuangan
Jiwa ku merana dan meronta mengharapkan
Kedamaian dan jua ketenangan wo uwo

Tetapi kuatur pada hakikat
Suka dan duka dalam perjuangan
Perlu ketabahan dan kekuatan 
Keteguhan hati berlandaskan iman

Slamat berjuang sahabatku(sahabatku)
Semoga Alloh berkatimu (berkatimu)
Kenangan indah bersamamu (bersamamu)
Takkan kubiar dia berlalu (ooooo)
Berjuanglah hingga ke akhirnya 
Dan ingatlah (ingatlah) semua ikrar kita

O o ohooo ho o ohooo

Album : Teman Sejati
Munsyid : Brothers
http://liriknasyid.com

sekian
tepuk dada tanya iman

Friday, April 1, 2011

AMANAH

AMANAH


وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
 (Al-Baqarah: 216)


aku tidak mengharapkannya datang, dan aku tidak menolaknya pergi
tetapi saat ia hadir kepadaku, walau seberat manapun
aku harus berlapang dada
kerana aku tahu Allah sentiasa ada

"maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.
 sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan."
al-insyirah : 5-6



DI ANTARA DALIL-DALIL AL QUR`AN YANG MENJELASKAN TENTANG AMANAH

1. Surat an Nisaa/4 ayat 58 :


"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…"

Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah di dalam Tafsir al Qur’an al ‘Azhim (2/338-339) berkata : Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengabarkan bahwa sesungguhnya Ia memerintahkan (kepada kita) untuk menunaikan amanah kepada pemiliknya. Dalam sebuah hadits dari al Hasan, dari Samurah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْـتَمَنَكَ، وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ 

"Tunaikanlah amanah kepada orang yang engkau dipercaya (untuk menunaikan amanah kepadanya), dan jangan khianati orang yang telah mengkhianatimu". [Diriwayatkan oleh al Imam Ahmad dan Ahlus Sunan].



2. Surat al Anfal/8 ayat 27 : 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ 

"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui."

Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata,"… Dan khianat, mencakup seluruh perbuatan dosa, baik yang kecil maupun yang besar, baik (dosanya) terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain.

 'Ali bin Abi Thalhah berkata, dari Ibnu ‘Abbas, (tentang firmanNya) وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ , amanah adalah seluruh perbuatan yang telah Allah bebankan kepada hamba-hambaNya (agar mereka menunaikannya, Pen), yaitu (berupa) kewajiban-kewajiban. 
Dan maksud "janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat” adalah, janganlah kamu menggugurkannya. 
Dalam sebuah riwayat, ‘Ibnu Abbas menjelaskan maksud firmanNya: لاَ تَخُونُواْ اللهَ وَالرَّسُولَ , (janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul), dengan cara meninggalkan sunnah Nabi dan melakukan maksiat kepada Nabi"


3. Surat al Ahzab/33 ayat 72 :

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh".

Al Hafizh Ibnu Katsir t , setelah membawakan beberapa perkataan dari shahabat dan tabi’in tentang makna amanah ini, beliau berkata: “Seluruh perkataan ini, tidak ada pertentangan sesamanya. Bahkan seluruhnya bermakna sama dan kembali kepada satu makna, (yaitu) pembebanan, penerimaan perintah-perintah dan larangan-larangan dengan syarat-syaratnya. Dan hal ini, jika seseorang menunaikannya, maka ia akan diberi pahala. Namun, jika ia menyia-nyiakannya, maka ia pun akan disiksa. Akhirnya, manusialah yang menerima amanah ini, padahal ia lemah, bodoh, lagi berbuat zhalim. Kecuali orang yang diberi taufiq oleh Allah, dan Allah-lah tempat memohon pertolongan”.

4. Surat al Mu’minun/23 ayat 8, atau surat al Ma’arij/70 ayat 32:


"Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya".

Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir al Qur’an al ‘Azhim (8/227) berkata: "Maksudnya, apabila mereka dipercaya (dalam suatu urusan), mereka tidak berkhianat. Dan apabila mereka mengadakan perjanjian, mereka tidak menyelisihinya. Demikianlah sifat orang-orang yang beriman. Dan kebalikan dari ini, adalah sifat orang-orang munafik. Sebagaimana diterangkan dalam hadits shahih, tanda orang munafiq ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia menyelisihi janjinya, dan apabila diberi amanah (kepercayaan) ia berkhianat. Dalam sebuah riwayat, apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia menyelisihi janjinya, dan apabila bertengkar ia berbuat curang.

5. Surat al Baqarah/2 ayat 283:


"…Maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhannya…".





sekian
tepuk dada tanya iman